Consumer 3000, New Wave Marketing dan Karak (1)

•30 January 2011 • Leave a Comment

Iseng-iseng kemarin saya browsing mengenai marketing di blog yuswohady dan ketemu dengan istilah consumer 3000 dan New Wave Marketing. Istilah ini menarik sekali, bahkan saking menariknya sampai saya ada ide untuk membahasnya secara berseri. Ini adalah seri pertama yang membahas tema tersebut. Selamat menikmati.

Apasih consumer 3000 itu? Begini ceritanya… ternyata Bangsa Indonesia ini tidak seburuk yang kita bayangkan semula. Lupakan soal Gayus, lupakan soal presiden yang tidak pernah naik gaji, karena ternyata pertengahan kuartal 1 tahun 2011 ini, GDP (Gross Domestic Product) kita diperkirakan akan tembus ke angka “keramat” yaitu sebesar 3000 USD

Lha terus… Makhluk apakah GDP itu? Sebenarnya secara ringkas dapat dikatakan GDP suatu negara adalah total nilai penjualan barang dan jasa negara tersebut dalam setahun. Lebih ringkas lagi, jika anda punya toko komputer bernama Wiratama misalnya, maka GDPnya adalah total penjualan komputer dan servis toko selama setahun.

Lha ketemu angka 3000 itu darimana bos? Jadi angka 3000 itu dari total GDP negara kita selama setahun dibagi total jumlah penduduk, yang ternyata angkanya adalah 3000 USD. Gueeedhee puool ya? Iya,mangkanya angka ini bisa disebut angka yang bersejarah.

Karena semua negara yang mengalami GDP sebesar ini akan mengalami percepatan pertumbuhan. Korea contohnya, mengalami percepatan pertumbuhan selama hampir 11 tahun setelah mencapai angka 3000. Karena itu di dunia angka 3000 ini disebut-sebut sebagai pintu masuk untuk menjadi negara maju. Istilahnya pak Harto Tinggal Landas.
Oke, kita masuk ke angka 3000, lalu efeknya apa buat kita-kita? Lihat Selengkapnya

Cethe, Rokok dan Pembicara Cethe

•13 February 2009 • Leave a Comment

Cethe, sebenarnya adalah sebuah ramuan penambah aroma rokok yang diaplikasikan dengan cara dioleskan di batang rokok. Ramuan ini dibuat dengan bahan antara lain bubuk kopi khusus yang super halus, susu cokelat, gula cair dan pada beberapa tempat bahkan ditambah pula klelet atau candu. Akibatnya bila kita menyalakan sebatang rokok bercethe, asapnya akan berbau seperti kopi susu yang sedap. Saya kurang tahu apakah rokok Djarum Black cappucino mencontoh konsep cethe ini dan mengemasnya dalam bentuk yang modern.

Yang unik, setiap warung cethe memiliki resep cethe sendiri-sendiri, dengan rasa yang berbeda-beda. Begitu uniknya rasa ini, di beberapa tempat bahkan menyimpan rapat-rapat rahasia bahan pembuatnya.

Di wilayah Jawa Timur mataraman (Tulungagung dan sekitarnya), cethe bahkan nyaris menjadi sebuah kesenian. Kegiatan melukis di batang rokok menjadi salah satu cara mengisi waktu luang yang lumrah. Sebuah klub cethe bahkan memiliki semacam musium untuk mengabadikan rokok dengan lukisan cethe yang indah. Lihat selengkapnya

Kegilaan Tuhan

•17 March 2008 • 1 Comment

Review The Madness of God by Shawni

Siapakah kita ini di hadapanNya? Dia yang Maha Kuasa, Maha Menentukan Segala Sesuatu, siapakah kita ini di mataNya?
Dengan kekuasaannya Dia mampu menuntun semua manusia menjadi baik. Tetapi dengan KuasaNya dia juga mampu menyesatkan manusia. Lalu apa motivasiNya?

Novel mengguncang karya Shawni ini dengan tidak sengaja saya temukan di sebuah toko buku beberapa bulan yang lalu. Terlambat memang, melihat buku yang saya miliki sekarang ini adalah terbitan April 2007. Setelah membaca isinya, saya sendiri sangat terkejut melihat novel sebaik ini tidak pernah saya dengar dan tidak mendapatkan review yang baik sama sekali (atau memang saya yang agak kuper), ataukah karena diterbitkan oleh Dastan Books, sebuah penerbit buku yang jarang terdengar dan bukannya oleh penerbit besar seperti Gramedia atau GagasMedia?

Tetapi yang jelas isi dari buku ini sangat unik, sebuah cerita yang menyentakkan kesadaran kita, dan sekaligus juga keimanan kita serta ketahuidan kita terhadap keesaanNya, keadilanNya menegakkan sunnatullah. Apakah memang manusia memiliki kebebasan berkehendak di dunia ini, sedangkan Allah memiliki kemahakuasaan terhadap segala segala sesuatu? Jika Tuhan Maha Kuasa dan tiada sesuatu pun yang dapat terjadi di luar kehendakNya, maka bagaimana mungkin mahluk dapat disalahkan karena dosa-dosanya?
Lihat selengkapnya

Seorang Lelaki Dengan Sederet Angka NIP

•17 March 2008 • Leave a Comment

Aku melirik jam di pergelangan tanganku. Sudah jam 2.00 dini hari.
Hhh…. Entah mengapa aku masih disini.
Suasana Kafe Billyard masih ramai meskipun waktu sudah menjelang subuh.

Perlahan aku meletakkan stik di tanganku dan menyerahkannya kepada Jack.
” Mau kemana, Boy ?”
Aku memandangnya sekejap.
“Aku harus pulang, Jack.”
“Masih sore, Boy. Ayolah main dulu satu koin lagi.”
“Thanks, tapi aku harus pulang sekarang.”
Aku melangkah keluar dari kafe yang penuh hingar bingar dan sesak dengan kepulan asap rokok itu. Karena besok aku harus masuk kerja. Menjalani segala rutinitas yang memuakkan. Sebuah pekerjaan yang bernama PNS. Busuk.

Yah memang beginilah hidup harus dijalani. Setiap hari aku memandang dengan penuh iri kepada Jack, Alex, Boby dan yang lainnya. Mereka menatap hidup dengan penuh kebebasan. Tanpa harus dibatasi. Oleh apapun atau oleh siapapun.

Aku?

Dulu memang aku memiliki kebebasan itu.

Namun sekarang aku hanyalah seorang lelaki dengan sederet angka NIP.

Lihat selengkapnya

SEPI

•15 March 2008 • Leave a Comment

Musik berdentam-dentam…… Lampu warna-warni yang berkilauan memancar…
Teriakan dan tawa puluhan orang yang berbaur membisingkan telinga
Dan aku duduk di table yang khusus dipesan, bersama bangsat-bangsat yang mengaku sebagai temen-temenku, semuanya ceria… semuanya tertawa…
Asap rokok yang mengepul dari bibir-bibir membiru yang menyunggingkan senyuman ditemani segelas cocktail atau whisky cola.

Tapi kenapa aku begitu merasa sepi, kenapa aku merasa begitu terasing ?
Berada diantara orang-orang yang aku kenal dengan begitu baik, kenapa juga aku kesepian begini ? dan ketika 1 atau 2 shot tequilla gak mampu mengenyahkan segala rasa sepi yang menggumpal di dada bagaikan black hole itu, apakah yang harus aku lakukan ?

Dan apa pula yang kurasakan ini, memandangi komputer di kantorku, menghadapi lembaran kertas-kertas yang bertumpukan, di tengah-tengah rekan sekantor yang tertawa lepas, di tengah keramaian dan hiruk-pikuk suasana kantor, hati ini terasa begitu hampa… terasa begitu sendirian di dunia ini… dan ketika aku meneguk segelas kopi hangat yang dibuat pak Marno, kopi manis itu kini terasa begitu pahit, sepahit rasa 1 shot bloody mary namun tanpa rasa pusing di kepala.

sepi apa obatnya?

Obatin rasa sepi dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan…
itu mengobati atau upaya melupakan?

sepi itu datangnya dari hati. Sepi itu bukan karena gak ada seorang pun disekitar kita — bukan pula karena gak ada bebunyian. Sepi itu bisa terasa dimana saja — tak perduli seberapa hebat orang yang berada disamping kita.

It is like a sequestered life…or we just sequester ourselves from society with blocking our mind unpurposely.

Sepi itu bukan hanya menggerogoti perlahan-lahan tapi juga mematikan jiwa — it is like a cancer, isn’t it ? Tapi siapa yang tau obatnya sepi ?

Sitting there and feeling lonely.
Had my eyes for you only.
Suddenly you turned around and smiled at me

Kekasih yang Terabaikan.

•15 March 2008 • Leave a Comment

- Kamu udah beberapa hari ini gak pernah telepon, gak pernah SMS, gimana sih?
+ Aku lupa
– Lupa gimana, emangnya aku ini siapa buat kamu, emangnya aku ini boneka?
+ Kan aku banyak kerjaan
– Kerjaan melulu yang diurusin, aku kan juga butuh perhatian, butuh diurusin, tapi kamu
selalu nggak pernah ada, nggak pernah dateng. Boro-boro dateng, sms kek, telpon
kek, kamu emangnya udah gak sayang sama aku. Kamu lebih sayang sama kerjaan
kamu…..
+ Ya deh….
– Iya gimana maksudnya? Kamu tuh selalu aja gitu gak pernah berubah. Udah kita putus
aja. Ini terakhir kali aku nelpon kamu. Kita putus…. Kita Putuuuus…..
+ Iya deh….
– Tuuuuuuuuuuuuuttttttt…………

Jembatan Baru Brantas, Pukul 01.00 malam

•15 March 2008 • Leave a Comment

” Aku telpon kamu, biar kamu jadi saksi. Aku udah bosen hidup di dunia ini, aku orang gak berguna, kalo aku mati paling gak ada yang nangisin aku, aku bajingan….’
” Hmmm….”
” Hmm gimana…. Lho ngapain bawa tali segala ? aku gak mau ditolong, wong aku pengen mati kok. Kamu gak usah repot-repot nolong aku. Percuma. Aku udah gak bisa ditolong lagi. Aku mau loncat sekarang. Boy, awakmu ojo nulung aku lho….”
” Yang mau nolong siapa? Ini aku bawain tali, buat kamu gantung diri. Dari pada loncat dari jembatan, paling-paling cuma patah kaki gak mati. Kalo pake tali tuh baru mati. Ini ditali di leher, yang ini tak tali ke jembatan terus kamu loncat. Teruuuss ini tolong tanda tangan.”
” Tanda tangan opo Boy”
” Lho ini kan kwitansi jual beli sapi. Jadi lek awakmu mati, sapimu tak openi. Enak tho.”
” Boy, kamu gendeng ya?”
” Udah gak usah mikir ayo cepet tanda tangan, terus dipake ini tali, terus ndang lompat ke bawah. Kesuwen iki. Ini udah mau pagi, ntar ketahuan orang mau ke pasar lho. Ayo cepet… aku juga mau pulang ini, mau tidur, besok aku kerja lho.”
” Boy, bajingan kamu.”
” Mau dipake nggak ? kalo kamu gak mau pake tali, ntar malah tak antemi lho….”
” Boy…… ayo mulih yok, aku terno mulih ae….”
” Diancuk…. Kok malah njaluk mulih…. Lha sapimu piye,…. Waaaah….”
“…………………..”

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.