Consumer 3000, New Wave Marketing dan Karak (1)

Iseng-iseng kemarin saya browsing mengenai marketing di blog yuswohady dan ketemu dengan istilah consumer 3000 dan New Wave Marketing. Istilah ini menarik sekali, bahkan saking menariknya sampai saya ada ide untuk membahasnya secara berseri. Ini adalah seri pertama yang membahas tema tersebut. Selamat menikmati.

Apasih consumer 3000 itu? Begini ceritanya… ternyata Bangsa Indonesia ini tidak seburuk yang kita bayangkan semula. Lupakan soal Gayus, lupakan soal presiden yang tidak pernah naik gaji, karena ternyata pertengahan kuartal 1 tahun 2011 ini, GDP (Gross Domestic Product) kita diperkirakan akan tembus ke angka “keramat” yaitu sebesar 3000 USD

Lha terus… Makhluk apakah GDP itu? Sebenarnya secara ringkas dapat dikatakan GDP suatu negara adalah total nilai penjualan barang dan jasa negara tersebut dalam setahun. Lebih ringkas lagi, jika anda punya toko komputer bernama Wiratama misalnya, maka GDPnya adalah total penjualan komputer dan servis toko selama setahun.

Lha ketemu angka 3000 itu darimana bos? Jadi angka 3000 itu dari total GDP negara kita selama setahun dibagi total jumlah penduduk, yang ternyata angkanya adalah 3000 USD. Gueeedhee puool ya? Iya,mangkanya angka ini bisa disebut angka yang bersejarah.

Karena semua negara yang mengalami GDP sebesar ini akan mengalami percepatan pertumbuhan. Korea contohnya, mengalami percepatan pertumbuhan selama hampir 11 tahun setelah mencapai angka 3000. Karena itu di dunia angka 3000 ini disebut-sebut sebagai pintu masuk untuk menjadi negara maju. Istilahnya pak Harto Tinggal Landas.
Oke, kita masuk ke angka 3000, lalu efeknya apa buat kita-kita?

Banyak hal yang bisa diperkirakan tapi yang utama adalah tumbuhnya kelas menengah yang luar biasa. Orang-orang kelas menengah ini adalah tipikal orang-orang yang kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Istilahnya pangan, sandang, dan papannya sudah terpenuhi.

Dan sebagaimana umumnya manusia, bila kebutuhan primer telah terpenuhi maka kebutuhan sekunder harus dipenuhi. Kalo orang Djawa Djaman Dahoeloe Kala, yang menjadi kebutuhan sekunder adalah klangenan (burung perkutut), gaman (keris dan kawan-kawan) serta tunggangan (kuda yang baik), dan kalo sudah sakti beneran, nambah garwo bolehlah.

Lantas bagaimana dengan manusia kelas menengah jaman sekarang? Tentunya dengan membesarnya jumlah kelas menengah dengan percepatan luar biasa ini, ada kesempatan bagi produsen kebutuhan sekunder untuk masuk ke pasar ini.

Dan bukan cuma kebutuhan sekunder, kebutuhan primer yang lebih baik dan bergengsi juga meningkat. Contohnya anda tentu melihat bahwa jaman sekarang nasi saja tidak cukup, nasi juga harus sehat dan ORGANIK….. itu baru nasi saja lho, belum yang lain. Mungkin anda mau bikin karak organik?

~ by rajaedan on 30 January 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: